PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ANIMASI UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 068004 MEDAN TUNTUNGAN
Keywords:
bahan ajar berbasis animasi, IPAS, materi peta, ADDIE, hasil belajarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis animasi dalam pembelajaran IPAS materi peta pada siswa kelas IV SD Negeri 068004 Medan Tuntungan, serta mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan bahan ajar yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data penelitian dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons guru dan siswa, observasi, serta tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Bahan ajar dikembangkan dengan memanfaatkan animasi dan karakter Dora the Explorer untuk membantu siswa memahami materi peta yang bersifat abstrak secara lebih konkret dan menarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis animasi dinyatakan valid berdasarkan penilaian ahli modul, ahli materi, dan ahli media. Produk juga dinyatakan praktis dengan persentase respons siswa sebesar 80,27% dan respons guru sebesar 75%. Keefektifan bahan ajar ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pretest dari 49,20 menjadi 85,20 pada posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,71 atau 71,14% termasuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian, bahan ajar berbasis animasi yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas IV, khususnya pada materi peta. Implikasi penelitian ini adalah bahan ajar berbasis animasi dapat menjadi alternatif sumber belajar inovatif yang membantu guru menyampaikan konsep abstrak, meningkatkan ketertarikan dan keterlibatan siswa, serta mendukung peningkatan hasil belajar.
References
Angelika, M., Junaidi, & Mahendra, Y. (2025). Using animated videos in science learning on learning outcomes of primary school students: A systematic literature review. International Journal of Elementary Education, 9(3). https://doi.org/10.23887/ijee.v9i3.92957
Arsyad, A. (2019). Media pembelajaran (Edisi revisi). Rajawali Pers.
Bruner, J. S. (1966). Toward a theory of instruction. Harvard University Press.
Cavanagh, T. M., & Kiersch, C. E. (2023). Using commonly available technologies to create online multimedia lessons through the application of the cognitive theory of multimedia learning. Educational Technology Research and Development, 71(3), 1033–1051. https://doi.org/10.1007/s11423-022-10181-1
Inwanti, S. N., & Setiawan, D. (2025). Enhancing motivation and science learning outcomes of elementary school students using animated video: A quasi-experimental study. Jurnal Pendidikan MIPA, 26(1), 212–226. https://doi.org/10.23960/jpmipa.v26i1.pp212-226
Ishak, I. D., & Tahalu, P. (2021). Improving social studies learning outcomes using PBL-based animated videos in elementary schools. Journal of Education Review Provision, 1(2), 49–56. https://doi.org/10.55885/jerp.v1i2.98
Lubis, M. (2024). Digital learning media in elementary science: Stimulating or demotivating? Assyfa Journal of Multidisciplinary Education, 1(1), 18–26. https://doi.org/10.61650/ajme.v1i1.497
Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.
Lee, M., & Nam, C.-W. (2023). The development of an instructional-design model for competency-based university education. Journal of Lifelong Learning Society, 19(3), 1–27. https://doi.org/10.26857/JLLS.2023.8.19.3.1
Molenda, M. (2003). In search of the elusive ADDIE model. Performance Improvement, 42(5), 34–36.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.












